Investasi sektor Migas

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) melansir ada 17 proyek investasi hulu migas yang akan mulai beroperasi tahun ini. Dengan beroperasinya investasi proyek tersebut, diharapkan tambahan produksi minyak capai 41.280 barel per hari dan produksi gas 1308,2 MMSCFD.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK investasi Migas Taslim Yunus bilang, 17 proyek investasi migas itu terdiri dari, satu proyek laut dalam (Indonesian Deepwater Development/IDD) dan 16 proyek hulu migas lainnya. Namun, sayangnya, hanya empat proyek investasi migas di antaranya yang memiliki angka produksi gas yang signifikan.

Pertama, proyek IDD lapangan Jangkrik di Wilayah Kerja (WK) Muara Bakau yang dioperatori ENI Muara Bakau BV. Proyek yang diprediksi menghasilkan gas hingga 450 MMSCFD ini berkontribusi paling besar dari seluruh proyek investasi gas yang onstream di tahun ini.
“Produksi Jangkrik masih on schedule. Pada Maret nanti, Floating Production Storage and Offloading (FPSO) akan sail away (berlayar) dari Kepualuan Karimun ke Kalimantan Timur dan diharapkan sudah bisa berproduksi investasi sekitar Juli,” ujar Taslim, Kamis (16/2).

Kedua, pengembangan proyek investasi Madura BD yang dikelola Husky CNOOC Madura Ltd dengan produksi mencapai 110 MMSCFD, dan ketiga, proyek investasi lapangan Sumpal yang dikelola ConocoPhillips (Grissik) Ltd diharapkan juga bisa investasi onstream pada tahun ini dengan produksi 310 MMSCFD.

Keempat, SKG Musi Timur yang dikelola PT Pertamina EP. Proyek ini diperkirakan mampu menghasilkan produksi gas sebesar 150 MMSCFD.

Namun demikian, Taslim mengungkapkan, akan ada satu proyek investasi yang diperkirakan mundur dari jadwal seharusnya, yaitu proyek investasi Walanga-Sampi Sampi-Bonge (Wasambo) di WK Sempang.

Proyek yang dioperatori oleh Energy Equity Epic (Sengkang) Pty Ltd (EEES) tersebut investasi kemungkinan beroperasi akhir tahun nanti. Ini berarti, operasional proyek investasi gas dengan produksi 80 MMSCFD ini mundur dari jadwal sebelumnya, yaitu kuartal I 2017.

“Proyek Wasambo mundur lagi, karena dari sisi investasi downstream-nya. investasi Gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) kan ada di downstream, bukan dari upstream. Dari sisi upstream, kelihatannya mereka siap,” katanya.

Taslim menuturkan, LNG yang akan dibuat oleh EEES di Wasambo berkapasitas 1 juta metrik ton per tahun (MTPA). Namun, ia enggan menyebut tujuan alokasi gas tersebut.

Ia mengatakan, SKK Migas akan fokus di pembangunan proyek-proyek investasi migas signifikan terlebih dahulu, seperti proyek Jangkrik. “Karena pengaruhnya besar terhadap produksi nasional,” tutur Taslim.

Selain produksi investasi investasi gas, beberapa investasi lapangan juga akan menghasilkan produksi minyak dengan nilai yang cukup signifikan, di antaranya anjungan CPP 2 di blok West Madura Offshore (WMO) yang dioperatori PT Pertamina Hulu Energi dan proyek waterflood di Petapahan yang dioperatori PT Chevron Pacific Indonesia.

Kedua proyek ini diharapkan bisa menambah produksi masing-masing 12.650 barel per hari dan 9.000 barel per hari.

Sebagai informasi, produksi minyak pada tahun lalu tercatat 831 ribu barel per hari dan gas sebesar 7.939 MMSCFD. Angka ini lebih besar dibanding target Work Program investasi and Budget SKK Migas masing-masing sebesar 817,5 ribu barel per hari dan 7.813 MMSCFD.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s