Berlomba menggairahkan investasi

JAKARTA – Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar.

Tiga produk reksa dana tersebut yakni Victoria Prime Equity Fund, Phillip Government Bond, dan Panin Beta One.

Direktur Utama Victoria Manajemen Investasi Juntrihary M. Fairly mengatakan, Victoria Prime Equity Fund merupakan reksa dana saham pertama yang dikelola oleh perusahaan aset management Grup Bank Victoria. Kehadiran produk anyar tersebut diharapkan membuat variasi produk yang ditawarkan kepada investor semakin beragam.

“Kami ingin punya produk yang lebih lengkap untuk mengantisipasi kebutuhan pasar terhadap reksa dana saham yang cukup tinggi,” ucapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (23/3).

Juntrihary memaparkan, reksa dana saham tersebut menjadikan indeks IDX30 sebagai acuan. Dengan begitu, 30 saham yang menghuni IDX30 akan dikoleksi dalam portofolio Victoria Prime Equity Fund.

Alasannya, IDX30 dinilai memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) maupun indeks LQ45. Sejak diluncurkan pada 23 April 2013, return yang dibukukan IDX30 mencapai 33,19%, sedangkan return IHSG dan LQ45 masing-masing 24,85% dan 27,46%.

Dalam 1 tahun maupun sepanjang tahun berjalan, return IDX30 tetap unggul terhadap IHSG dan LQ45. Secara year to date (ytd) hingga 20 Maret 2017, return yang dicetak IDX30 sebesar 5,21%, LQ45 4,27%, dan IHSG 4,65%.

Sebagai alfa, lanjut Juntrihary, Victoria Prime Equity Fund juga bakal mengoleksi saham-saham lain di luar IDX30 yang menjadi pilihan Victoria Investment Management. Racikan portofolio dan pengelolaan yang aktif diharapkan dapat mencetak return sekitar 12% – 15% per tahun.

“Sampai akhir tahun, dana kelolaan Victoria Prime Equity Fund kami targetkan Rp100 miliar. Kalau asset under management keseluruhan kami harapkan bisa mencapai Rp2 triliun dari posisi Rp1,2 triliun pada akhir 2016 atau Rp1,6 triliun per 20 Maret,” imbuhnya.

Pada Kamis (23/3), Phillip Asset Management juga meluncurkan produk anyar berbasis obligasi negara bertajuk Phillip Government Bond. Reksa dana tersebut bakal menempatkan 80% dana kelolaan dalam aset berupa obligasi pemerintah dan 20% pada efek pasar uang atau obligasi jangka pendek.

Joko Himawan, Presiden Direktur Phillip Asset Management, mengatakan reksa dana pendapatan tetap itu diterbitkan untuk menangkap peluang investasi dari asuransi dan dana pensiun yang terikat oleh ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang minimal porsi investasi dalam surat berharga negara (SBN).

“Potensi demand pasar obligasi positif dalam jangka menengah dan panjang. Kami percaya reksa dana ini dapat menjadi pilihan dengan indikasi target return sekitar 8%,” ucapnya di Gedung BEI.

Joko enggan memaparkan lebih rinci pemilihan SBN yang bakal dikoleksi dalam portofolio Phillip Government Bond maupun target dana kelolaan reksa dana ini dalam jangka pendek. Namun, anak usaha PT Phillip Securities Indonesia itu optimistis dapat meraup tambahan dana kelolaan yang lumayan besar dari produk anyar tersebut.

“Tahun ini target kami dana kelolaan bisa naik dari sekitar Rp400 miliar menjadi Rp1 triliun. Mayoritas kontribusi dari Phillip Government Bond. Selain itu, kami juga mempertimbangkan produk reksa dana saham, syariah, dan campuran yang baru,” imbuhnya.

Terakhir, Panin Asset Management segera meluncurkan produk reksa dana baru Panin Beta One yang merepresentasikan saham Indonesia secara keseluruhan dengan acuan IHSG.

Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management, menuturkan Panin Beta One merupakan satu-satunya reksa dana yang berupaya memberikan kinerja serupa dengan kinerja IHSG.

“Ada permintaan dari investor institusi terkait reksa dana dengan karakter merepresentasikan saham Indonesia secara keseluruhan. Kami lihat, IHSG secara historis merupakan indeks saham dengan kinerja terbaik dibandingkan dengan indeks saham lainnya,” tuturnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (20/3).

Kebijakan investasi produk Panin Beta One, lanjutnya, diarahkan untuk menghasilkan nilai investasi di atas rata-rata secara jangka panjang. Alokasi portofolio reksa dana ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan tujuan kinerja reksa dana menyerupai kinerja IHSG. Return IHSG tercatat unggul dibandingkan dengan rerata return yang dibukukan oleh produk-produk reksa dana, yakni 8,21% pada periode 2007 – 2016.

“Targetnya dari produk ini Rp100 miliar dalam 3 bulan pertama. Kami harapkan akhir tahun bisa sekitar Rp400 miliar – Rp500 miliar. Institusi sudah menyatakan minat, tapi tunggu timing karena IHSG lagi seperti ini,” pungkasnya.

Reksa dana saham ini bakal mengoleksi 75 – 80 saham emiten yang melantai di BEI. Dengan pengelolaan berbasis kuantitatif dan fundamental, portofolio Panin Beta One akan diseimbangkan ulang (rebalancing) 1 bulan sekali.

Pemilihan sektor dalam portofolio Panin Beta One mengacu pada komposisi IHSG dan porsi suatu saham terhadap kapitalisasi IHSG. Pada Desember 2016, misalnya, porsi sektor keuangan dalam IHSG mencapai 19,7%, sektor perdagangan, jasa dan investasi 16%, sektor properti, real estate, dan konstruksi 16,9%, serta sektor konsumer produk dan industri 8,1%.

Sepanjang Januari – Februari 2017, OJK mencatat tambahan 45 produk reksa dana yang mendapat izin efektif. Adapun total dana kelolaan industri reksa dana nasional meningkat Rp16,73 triliun menjadi Rp355,48 triliun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s